— Daftar Isi 11 bagian
- 01 Apakah kode referral GRVT “L63XFCG” masih aktif?
- 02 Langkah pendaftaran GRVT dengan kode referral
- 03 Apa yang harus dilakukan setelah terhubung ke GRVT
- 04 Kode referral GRVT tidak dapat ditambahkan setelah pendaftaran
- 05 Dua musim poin sudah tutup dan token GRVT sudah dibagikan
- 06 Bursa berumur dua tahun yang dijalankan sebuah perusahaan Panama
- 07 Di antara protokol perpetual, GRVT lebih besar dalam open interest daripada dalam volume
- 08 Negara yang ditutup GRVT, izin Bermuda, dan dua daftar yang tidak cocok
- 09 Pembaca di Indonesia bisa membuka akun, tetapi tanpa payung pengawasan OJK
- 10 Data di luar rantai, upgrade darurat tanpa jeda, dan likuidasi penuh
- 11 Yang perlu Anda pegang sebelum menghubungkan dompet
Kode referral GRVT eksklusif chainhelm adalah .
Per 2026-08-10, kami menghubungkan wallet baru dan mengonfirmasi bahwa kode referral diterapkan.
Kode referral hanya berlaku pada koneksi wallet pertama, jadi kesempatannya satu kali saja dan tidak dapat diulang setelah wallet terhubung.
Artikel ini mencakup proses pendaftaran (koneksi wallet) menggunakan kode referral GRVT, fitur pembeda GRVT, ketersediaan di Indonesia, serta risiko yang perlu diperhatikan — dengan alur koneksi wallet dan penerapan kode referral yang diverifikasi langsung oleh tim editorial chainhelm.
Apakah kode referral GRVT “L63XFCG” masih aktif?
Tim editorial chainhelm menghubungkan wallet baru ke GRVT pada 2026-08-10 dan mengonfirmasi bahwa kode referral “L63XFCG” masih aktif.
Berikut adalah layar sebenarnya yang diambil saat verifikasi.
Layar menampilkan “L63XFCG”, yang menandakan bahwa kode referral L63XFCG sudah tersimpan lewat tautan tersebut dan siap diterapkan saat Anda menghubungkan wallet.
chainhelm terus memverifikasi validitas kode ini.
Ada dua jalur penerapan, dan keduanya bermuara ke kolom yang sama. Kode bisa terbawa sendiri oleh tautan undangan, atau Anda ketik sendiri di kolom kode undangan pada layar terakhir pendaftaran. Jadi ini bukan dua kesempatan yang berbeda, melainkan satu titik penerapan yang bisa dicapai dari dua arah — layar “GET THE MAXIMUM APY” yang Anda lihat pada gambar di atas, tempat kode dikukuhkan dengan tombol “Confirm”.
Perlu Anda ketahui juga apa yang tidak ada. GRVT memang punya Referral Hub di balik login (Reward > Referral Hub), tetapi yang terdokumentasi hanyalah perannya sebagai dasbor di sisi pengundang. Tidak ada layar konfirmasi pasca-pendaftaran di sisi pengguna yang diundang. Artinya pemeriksaan harus dilakukan di layar itu juga, saat proses berlangsung.
Satu batasan tentang apa yang kami verifikasi: pemeriksaan langsung ini mencakup langkah pendaftaran dan penerapan kode, bukan hal-hal di luar itu. Status regulasi, ketersediaan per negara, dan risiko yang dibahas di bagian-bagian berikutnya berasal dari sumber publik, bukan dari pengujian kami sendiri.
Langkah pendaftaran GRVT dengan kode referral
Kami membahas proses koneksi wallet secara terpisah untuk PC/browser dan smartphone (mobile).
Langkah koneksi PC/browser
- Pertama, buka halaman resmi GRVT (tautan menerapkan kode referral). Saat dibuka, Anda akan melihat layar seperti di bawah ini.
2. Pilih cara mendaftar di GRVT
Di halaman “SIGN UP TO GRVT” yang terbuka dari tautan undangan, pilih dompet yang Anda pakai dari daftar di bawah “or continue with wallets” — contoh pada panduan ini memakai “Rabby Wallet”.
Kalau lebih suka mendaftar tanpa dompet, isi “Enter email address” lalu klik “Continue”, atau gunakan tombol Google, Apple, atau passkey di atas daftar; cara mana pun yang Anda pilih, melanjutkan berarti Anda menyetujui “Terms and Conditions” yang tercantum di bawah formulir.
3. Setujui koneksi dompet
Di jendela notifikasi dompet yang terbuka, pastikan permintaan “Connect to Dapp” datang dari https://grvt.io dan jaringannya tertulis “Arbitrum”, lalu klik “Connect”.
Sebelum menyetujui, cek akun yang tertera pada baris “Connect Address” — kalau bukan akun yang ingin Anda pakai, batalkan lewat “Cancel”.
4. Daftarkan alamat email
Ketik alamat email aktif Anda di kolom pada layar “STAY IN THE LOOP”, lalu klik “Confirm”.
Alamat inilah yang menerima kode masuk dan pemberitahuan penting dari GRVT, jadi pastikan ejaannya benar sebelum mengonfirmasi.
5. Ambil kode dari email
Buka kotak masuk email yang baru saja didaftarkan, lalu buka pesan “Your login code for GRVT” untuk membaca kode enam digitnya.
Kode itu hanya berlaku 10 menit dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, jadi salin dan segera kembali ke halaman GRVT.
6. Masukkan kode verifikasi
Kembali ke layar “Enter code”, ketikkan enam angka dari email ke kotak yang tersedia, lalu klik “Confirm”.
Bila email belum juga masuk, tunggu hitungan mundur di samping “Didn’t receive the code?” habis, lalu minta kiriman baru lewat “Resend code”.
7. Tanda tangani pembuatan akun
Setujui permintaan “Sign Typed Data” yang muncul di dompet: pastikan baris “Chain” berisi “Arbitrum”, lalu klik “Sign”.
Selama dompet memproses tanda tangan, halaman GRVT berhenti di “JUST A MOMENT” dengan keterangan “Waiting for Wallet”, jadi biarkan jendela dompet dan halaman itu tetap terbuka sampai prosesnya selesai.
Kalau Anda terbiasa dengan bursa kustodian, satu hal ini perlu diluruskan: menandatangani permintaan seperti ini bukan mengirim transaksi, jadi tidak ada biaya gas yang terpotong. Tanda tangan hanya membuktikan bahwa pemilik dompet itu memang Anda.
8. Jika jendela dompet tak muncul
Bila permintaan tanda tangan tidak kunjung terbuka, GRVT menampilkan layar “WALLET DIDN’T POP UP?”; buka ekstensi dompet di browser Anda lalu tanda tangani sendiri permintaan yang masih tertunda, seperti pada butir “Check for pending signatures”.
Pastikan juga Anda sudah masuk ke dompet dan alamatnya sama dengan Signing SecureKey akun Anda, lalu klik “Try again” untuk memanggil ulang permintaan tanda tangan.
9. Tanda tangani kunci sesi
Setujui permintaan “Sign Typed Data” kedua yang berisi “sessionKey” dengan mengklik “Sign”.
Baris “keyExpiry” pada permintaan itu menandai sampai kapan sesi tersebut berlaku, jadi periksa isinya sebelum menandatangani.
Kunci sesi ini hanya mengatur berapa lama Anda bisa memakai akun tanpa menandatangani ulang setiap tindakan. Ia tidak memberi siapa pun hak atas dana Anda.
10. Konfirmasi kode undangan
Kolom kode undangan sudah terisi “L63XFCG” bawaan tautan yang Anda buka, jadi klik “Confirm” untuk menerapkannya dan menuntaskan pendaftaran.
Sebelum menekan tombol itu, pastikan kolomnya benar-benar berisi kode tersebut.
Langkah inilah titik tempat kode benar-benar melekat pada akun; layar yang sama muncul di awal artikel sebagai bukti penerapannya.
Langkah koneksi smartphone (iOS / Android)
- Pertama, buka halaman resmi GRVT di browser mobile atau browser di dalam aplikasi wallet (tautan menerapkan kode referral). Saat dibuka, Anda akan melihat layar seperti di bawah ini.
2. Mulai pendaftaran dari ponsel
Di layar “SIGN UP TO GRVT”, gulir ke daftar di bawah “or continue with wallets” lalu ketuk dompet yang sudah terpasang di ponsel Anda — panduan ini memakai “Rabby Wallet”.
Bila ingin mendaftar tanpa dompet, isi “Enter email address” dan ketuk “Continue”, atau pakai tombol Google, Apple, maupun passkey di atas daftar; apa pun pilihannya, Anda menerima “Terms and Conditions” yang tertulis di bagian bawah layar.
3. Isi alamat email
Ketik alamat email aktif Anda di kolom pada layar “STAY IN THE LOOP”, lalu ketuk “Confirm”.
Kode masuk dan pemberitahuan penting dikirim ke alamat ini, jadi periksa lagi ejaannya — termasuk saran otomatis papan ketik — sebelum melanjutkan.
4. Buka email kode di ponsel
Buka kotak masuk email di ponsel Anda, lalu buka pesan “Your login code for GRVT” dan catat kode enam digit yang tercetak besar di tengah pesan.
Masa berlakunya hanya 10 menit dan kode ini tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, jadi kembalilah ke layar GRVT begitu kode tersalin.
5. Ketik kode verifikasi
Di layar “Enter code”, ketuk kotak pertama lalu masukkan enam angka dari email dan ketuk “Confirm”.
Kalau email belum sampai, tunggu hitungan mundur di samping “Didn’t receive the code?” selesai, lalu ketuk “Resend code” untuk meminta kode baru.
6. Tanda tangani lewat aplikasi dompet
Ketika GRVT meminta tanda tangan pembuatan akun, pindah ke aplikasi dompet Anda dan setujui permintaan “Sign Typed Data” di jaringan “Arbitrum” dengan mengetuk “Sign”.
Sampai jawaban dompet diterima, layar GRVT bertahan di “JUST A MOMENT” dengan keterangan “Waiting for Wallet”, jadi jangan tutup layar itu.
Di ponsel, langkah ini berarti berpindah aplikasi lalu kembali: GRVT menunggu di latar sementara persetujuan Anda berikan di aplikasi dompet. Sama seperti di PC, menandatangani permintaan ini bukan mengirim transaksi dan tidak memotong biaya gas.
7. Jika dompet tidak merespons
Kalau permintaan tanda tangan tidak sampai ke dompet, layar “WALLET DIDN’T POP UP?” muncul: buka aplikasi dompet Anda dan tanda tangani permintaan yang masih tertunda, sesuai butir “Check for pending signatures”.
Periksa juga bahwa akun dompet yang sedang aktif sama dengan Signing SecureKey Anda, lalu ketuk “Try again” untuk mengulang permintaan tanda tangan.
8. Terapkan kode undangan
Kolom kode undangan sudah terisi “L63XFCG” mengikuti tautan yang Anda buka; ketuk “Confirm” untuk menerapkannya dan menuntaskan pendaftaran.
Pastikan dulu kode itu masih utuh di kolomnya.
Seperti pada jalur PC, ketukan inilah yang benar-benar melekatkan kode pada akun yang sedang dibuat.
Apa yang harus dilakukan setelah terhubung ke GRVT
Kami membahas proses deposit secara terpisah untuk PC/browser dan smartphone (mobile).
Langkah deposit PC/browser
Ada dua jalur untuk memasukkan dana, dan Anda memilih salah satunya — bukan menjalankan keduanya berurutan.
Kirim dari bursa lain lewat tab “Via exchange”
Buka halaman “Deposit”, tetap di tab “Via exchange”, lalu klik “Copy address” untuk menyalin alamat setoran yang ditampilkan bersama kode QR.
Sebelum mengirim dari bursa atau aplikasi lain, samakan kiriman Anda dengan pilihan di layar — “Arbitrum One” pada “Deposit via” dan “USDT” pada “Deposit in”; keterangan di bawahnya menyebut dana biasanya tiba hari itu juga dalam 5 menit, dengan batas kirim mulai 0.5 USDT sampai 10,000,000 USDT.
Setor langsung dari dompet lewat tab “Via connected wallet”
Untuk menyetor langsung dari dompet, pindah ke tab “Via connected wallet” dan hubungkan dompet sehingga jendela “Choose a wallet” terbuka, lalu klik dompet yang Anda pakai.
Daftar itu memuat “MetaMask”, “Binance Wallet”, “Rabby Wallet”, “Phantom”, dan “Coinbase Wallet”; kalau dompet Anda tidak ada di sana, pilih “More wallets with WalletConnect” — catatan di bawah daftar menyebut WalletConnect mendukung 50+ opsi.
Langkah deposit smartphone (iOS / Android)
Susunannya sama seperti di PC — dua tab, pilih salah satu — hanya saja semuanya dikerjakan dengan ketukan dan gulir.
Kirim dari bursa lain lewat tab “Via exchange”
Di halaman “Deposit”, tetap pada tab “Via exchange” lalu ketuk “Copy address” untuk menyalin alamat setoran yang tampil bersama kode QR.
Saat menyiapkan kiriman dari bursa lain, samakan jaringan dan asetnya dengan yang tertera di layar — “Arbitrum One” pada “Deposit via” dan “USDT” pada “Deposit in” — lalu gulir ke bawah untuk membaca perkiraan waktu tiba serta batas kirimnya.
Setor langsung dari dompet lewat tab “Via connected wallet”
Untuk menyetor dari dompet di ponsel, pilih tab “Via connected wallet” lalu hubungkan dompet sehingga jendela “Choose a wallet” terbuka, dan ketuk dompet yang Anda pakai.
Di sana tersedia “MetaMask”, “Binance Wallet”, “Rabby Wallet”, “Phantom”, dan “Coinbase Wallet”; bila dompet Anda tidak terdaftar, ketuk “More wallets with WalletConnect” yang mencakup lebih dari 50 opsi lain.
Dengan dua jalur setoran ini — kiriman dari bursa lain ke alamat pada tab “Via exchange” atau setoran langsung dari dompet yang terhubung — dana yang dikirim di jaringan “Arbitrum One” sebagai “USDT” akan masuk ke akun dan langsung siap dipakai untuk trading.
Kode referral GRVT tidak dapat ditambahkan setelah pendaftaran
Kode referral hanya dapat diterapkan satu kali, yaitu saat Anda pertama kali menghubungkan wallet.
Jika koneksi terlanjur selesai tanpa sempat menerapkan kode, tidak ada cara untuk mengaitkan kode tersebut ke wallet yang sama di kemudian hari; bila Anda tetap ingin menerapkannya, Anda perlu menghubungkan wallet baru dan mengulang prosesnya dari awal.
- Apakah kode referral L63XFCG sudah terisi di kolom kode undangan pada layar terakhir pendaftaran? (pra-isi otomatis dari tautan referral — periksa isi kolomnya sebelum menekan “Confirm”)
- Satu-satunya tempat memastikan penerapan adalah kolom kode undangan di layar terakhir itu. Setelah pendaftaran selesai tidak ada layar yang bisa dicek lagi, jadi pastikan saat layar itu terbuka
Dalam praktiknya, satu-satunya tempat penerapan itu terlihat adalah kolom kode undangan pada layar terakhir pendaftaran, “GET THE MAXIMUM APY” — layar yang justru baru muncul setelah dompet terhubung dan tanda tangan selesai, dan di situlah kode dikukuhkan lewat tombol “Confirm”. Kalau kolom kode undangan ternyata kosong saat layar itu muncul, Anda masih bisa mengetiknya sendiri di kolom yang sama sebelum menekan “Confirm”. Pengisian manual itu adalah cadangan bila pra-isi dari tautan tidak muncul, bukan jalan lain yang terpisah.
Itulah sebabnya pemeriksaan harus dilakukan di layar tersebut, saat itu juga. Tidak ada layar rekap sesudahnya yang bisa Anda buka untuk memastikan — begitu pendaftaran tuntas, tidak ada tempat di sisi pengguna yang diundang untuk mengeceknya lagi.
Satu batas mekanis yang perlu Anda ketahui: hubungan referral tetap utuh, tetapi imbalan referral tidak berlaku pada transaksi yang menyertakan builder code.
◆ ◇ ◆
Dua musim poin sudah tutup dan token GRVT sudah dibagikan
Dua musim poin sudah ditutup dan tidak ada penerusnya
Ini fakta yang paling menentukan bagi siapa pun yang mendaftar hari ini: program poin GRVT sudah berakhir. Rewards Season 1.0 ditutup pada 2025-09-22, dan Season 2.0 berjalan sampai token generation event pada 2026-07-30 lalu ikut ditutup. Sampai 2026-08-09 tidak ada musim penerus yang diumumkan.
Portal reward-nya sendiri tetap aktif — untuk klaim airdrop, program referral, Earn on Equity, dan kompetisi trading. Jadi “portalnya masih ada” bukan berarti “musim poinnya masih berjalan”; itu dua hal yang berbeda.
Kesimpulannya untuk Anda yang baru mendaftar sekarang: tidak ada poin yang bisa dikumpulkan lagi. Mendaftar hari ini tidak menempatkan Anda di dalam program yang masih berjalan.
Poin musim terakhir menimbang volume, sementara spot tidak dihitung
Bagian ini catatan sejarah, bukan sesuatu yang masih bisa Anda kejar — tetapi berguna untuk memahami produk apa yang sebenarnya diberi imbalan oleh GRVT.
Season 1.0 memberi Trader Points, Ecosystem Points, dan LP Points, plus bonus lencana lintas epoch. Season 2.0 membagikan poin setiap Selasa, dengan jumlah mingguannya mengikuti volume bursa: sekitar 100K poin dibagikan pada volume mingguan 2B USD, dan sekitar 125K pada 4B USD.
Bobotnya di Season 2: volume trading 50%, open interest 15%, aktivitas referral langsung 20%, penyediaan likuiditas 5%, likuidasi 5%, dan TVL 5%. Aktivitas altcoin mendapat pengali 2x, sehingga volume altcoin 1000 USD dihitung setara 2000 USD volume pasangan utama.
Satu detail yang menjelaskan posisi produknya: poin hanya diperoleh dari aktivitas perdagangan perpetual. Transaksi spot tidak menyumbang sama sekali.
Alokasi Season 2 juga dinaikkan dari 12% menjadi 18% dari total pasokan ketika tanggal TGE dimundurkan.
Airdrop komunitas 280,000,000 GRVT dilepas bertahap selama 12 bulan
Kedua musim itu bermuara pada satu peristiwa: token generation event 2026-07-30 pukul 13:00 UTC, saat perhitungan poin berubah menjadi token yang benar-benar dibagikan.
Porsi komunitas itu sendiri dinaikkan dari 22% menjadi 28% ketika TGE dijadwal ulang.
Dua syarat teknis melekat pada distribusinya. Pertama, alokasi hanya dikirim ke dompet kustodi mandiri — akun Grvt, BSC, atau Ethereum — bukan ke alamat setoran bursa terpusat. Kedua, tiap tahap pelepasan yang terbuka punya jendela klaim 30 hari; setelah jendela itu lewat, tahap tersebut tidak bisa diklaim lagi, tanpa pengecualian.
GRVT tidak menerbitkan proyeksi nilai maupun harga untuk token ini, dan yang terdokumentasi hanyalah jumlah token beserta jadwal pelepasannya.
Tiga artikel resmi menyebut tenggat pendaftaran yang berbeda
Sumber resminya sendiri tidak seragam. Satu artikel help center menyebut tenggat pendaftaran alokasi 2026-07-27 00:00 UTC, sementara dua artikel lain menyebut 2026-08-06 00:00 UTC, dengan jendela pendaftaran dibuka 2026-07-10 06:00 UTC. Konflik itu belum diselesaikan di sumber resmi, jadi kami tidak memilih salah satunya sebagai yang benar.
Aturan hangusnya tegas: alokasi yang tidak didaftarkan dinyatakan gugur, dan perusahaan menyatakan aturan itu “applies uniformly across all users and cannot be overridden”.
Perusahaan juga menyatakan telah meninjau akun dan menyesuaikan waktu rilis “where patterns suggested activity engineered to maximize allocation”.
Untuk Anda yang membaca sekarang, kedua tanggal itu sudah lewat. Bagian ini menjelaskan apa yang sudah selesai — bukan tenggat yang masih bisa dikejar.
Penguncian token kini menggantikan poin sebagai jalur imbalan
Inilah bagian yang masih benar-benar terbuka bagi pendaftar baru. Setelah musim poin tutup, struktur imbalan yang tersisa berbentuk tingkat keanggotaan yang dibuka dengan mengunci token GRVT.
Basic
Silver
Gold
Platinum
Persentase GLP di atas adalah porsi total ekuitas akun yang boleh Anda alokasikan ke vault GLP — bukan besaran imbal hasil.
Syarat yang mengikatnya perlu dibaca sebelum memutuskan: satu langganan aktif per akun, tidak ada pembukaan kunci lebih awal, menaikkan tingkat berarti periode kuncinya dihitung ulang dari awal, dan ada masa tunggu 7 hari setelah kunci dibuka.
Artinya, naik ke tingkat keanggotaan yang lebih tinggi berarti mengunci token untuk jangka waktu tertentu dan menerima bahwa dana itu tidak bisa ditarik selama periode tersebut.
Saldo stablecoin bisa berbunga sambil tetap menjadi margin
Program yang berlaku sejak 2026-08-11 membayar 3.5% APY secara default: tanpa perlu mengaktifkan apa pun, tanpa tingkatan, dan tanpa batas ekuitas. Bunganya dibayarkan dalam USDT, apa pun stablecoin yang Anda pegang.
Yang membuatnya tidak biasa adalah saldo itu tetap berfungsi sebagai margin trading, sehingga agunan yang sedang Anda pakai tetap menghasilkan bunga.
Sumber imbal hasilnya bukan GRVT sendiri: hasil itu diambil dari protokol eksternal seperti Aave dan instrumen kredit jangka pendek, lalu dikreditkan ke saldo yang bisa diperdagangkan. Konsekuensinya melekat pada Anda, bukan pada GRVT:
Satu catatan tentang tangkapan layar di bagian pendaftaran tadi: angka “11.00%” yang terlihat di sana berasal dari skema Earn on Equity lama yang sudah digantikan pada 2026-08-11. Layar itu diambil pada 2026-08-10, jadi angka tersebut adalah tampilan pada tanggal itu — bukan imbal hasil yang berlaku sekarang.
Bursa berumur dua tahun yang dijalankan sebuah perusahaan Panama
Kontrak Anda dibuat dengan perusahaan Panama, bukan dengan pemegang izin Bermuda
Saat Anda membuka akun, pihak yang berkontrak dengan Anda bukan entitas yang beredar di pemberitaan sebagai “regulated DEX”.
Pemegang izin Bermuda adalah entitas yang berbeda, GRVT International Limited, dan bukan pihak yang menandatangani kontrak dengan pengguna ritel. Rincian izinnya dibahas terpisah nanti; yang penting di sini hanyalah pemisahan kedua entitas itu.
Catatan publik pihak ketiga juga belum seragam — CoinGecko masih mencantumkan yurisdiksi British Virgin Islands untuk bursa ini.
Didirikan pada 2022 oleh tiga orang dari Goldman Sachs, Meta, dan DBS
Perusahaannya didirikan pada 2022, tetapi mainnet alpha baru dibuka untuk semua pengguna pada 2024-12-20. Artinya umur operasionalnya masih di bawah dua tahun saat artikel ini ditulis.
Ketiga pendirinya datang dari latar belakang yang mudah dikenali: Hong Yea (CEO) adalah mantan Executive Director di Goldman Sachs dan trader di Credit Suisse; Aaron Ong (CTO) sebelumnya Tech Lead di Meta; dan Matthew Quek (COO) memimpin tim Blockchain and Payments di DBS Bank Singapore.
Soal pendanaan, perusahaan menyatakan total 34,000,000 USD terkumpul pada valuasi 540,000,000 USD, dengan putaran Series A sebesar 19,000,000 USD yang ditutup 2025-09-18. Kedua angka itu berasal dari pernyataan perusahaan sendiri; tidak ada laporan teraudit maupun dokumen yang terdaftar di regulator yang mengonfirmasinya.
GRVT berjalan di rantai lapis dua miliknya sendiri dan mencocokkan order di luar rantai
Kalau Anda selama ini hanya memakai bursa terpusat biasa, satu penjelasan singkat akan menolong sebelum masuk ke fakta teknisnya. Sebuah rantai lapis dua (layer 2) adalah jaringan terpisah yang bersandar pada keamanan Ethereum: transaksi diproses di jaringan itu, lalu ringkasan matematisnya dikirim ke Ethereum untuk diverifikasi. Buku order limit terpusat, atau central limit order book, adalah cara order dipertemukan yang sama seperti yang Anda kenal di bursa besar — order beli dan jual berbaris di satu buku dan dicocokkan berdasarkan harga.
GRVT menjalankan rantai lapis dua khusus miliknya sendiri di atas ZKsync ZK Stack, dan mengirimkan bukti validitas zero-knowledge ke Ethereum L1. Arsitekturnya ZK Stack Validium dengan ketersediaan data yang bersifat rahasia, dan perusahaan menyebut EigenDA sebagai lapisan ketersediaan datanya.
Model bukunya adalah central limit order book dengan pencocokan di luar rantai dan penyelesaian di dalam rantai. Order yang tercocokkan, likuidasi, pengelolaan akun, dan transfer dana diteruskan ke dalam rantai lalu diterbitkan sebagai bukti kriptografis yang diverifikasi di Ethereum.
Bagi Anda yang datang dari bursa lokal, rasanya begini: pengalaman menaruh order menyerupai bursa terpusat, sementara penyelesaiannya berada di dalam rantai. Konsekuensi struktural dari desain ini dibahas tersendiri di bagian risiko nanti.
Pasarnya mencakup kripto, komoditas, dan saham tokenisasi, dengan spot tanpa daya ungkit
Kelas asetnya mencakup kripto, komoditas seperti emas, perak, dan minyak, serta saham tokenisasi.
Angka daya ungkit di atas perlu satu catatan pembatas. Ukuran posisi maksimum masih dibatasi tabel initial margin rate, sehingga daya ungkit 50 kali tidak tercapai di semua ukuran posisi. Maksimum per pasangan juga disesuaikan, berlaku efektif 2026-07-01.
Untuk margin, mode cross dan isolated sama-sama tersedia. Penyelesaian dan agunannya dalam USDT, dengan USDC juga diterima untuk disimpan sebagai saldo.
Spot diluncurkan 2026-06-25 dengan USDC lebih dulu, tanpa daya ungkit, minimum ukuran order 1 USDC dan minimum nilai order 5 USDT. Volume spot ikut diperhitungkan dalam tingkat biaya Anda, tetapi transaksi spot tidak menyumbang poin dan dikecualikan dari perhitungan profit split.
Taker membayar 0.045% sementara maker menerima rabat di setiap tingkat
Di tingkat 1, biayanya 0.045% untuk taker dan -0.0001% untuk maker. Nilai negatif itu bukan salah ketik: maker justru menerima rabat. Model ini berlaku sejak 2026-03-23 04:00 UTC.
Tingkatannya ada sembilan, dan syaratnya semata volume futures 30 hari, diperbarui setiap hari pukul 08:00 UTC. Di ujung bawah, tingkat 1 berlaku mulai volume 0 USD; di ujung atas, tingkat 9 mensyaratkan 1,000,000,000 USD dengan taker 0.024% dan maker -0.003%.
Kalau Anda belum pernah memegang perpetual, funding rate perlu dijelaskan lebih dulu: karena kontrak perpetual tidak punya tanggal jatuh tempo, pemegang posisi beli dan jual saling membayar secara berkala agar harga kontrak menempel pada harga pasar. Di GRVT intervalnya 1 jam, 4 jam, atau 8 jam tergantung pasar, dan otomatis pindah ke 1 jam bila premi melampaui batas. Premium index dihitung sebagai selisih harga wajar terhadap harga indeks dibagi harga indeks, dengan harga wajar dihitung tiap 5 detik. Mekanisme yang berlaku sekarang dipakai sejak 2025-10-15.
Soal gas, Anda tidak membayar biaya jaringan per transaksi karena pencocokan dan pengurutan order berjalan di luar rantai. Yang dibayar adalah biaya penarikan tetap per jaringan:
- Ethereum
- 2 USDT per penarikan.
- Arbitrum One
- 1.01 USDT per penarikan.
- BNB Smart Chain
- 1.01 USDT per penarikan.
- Solana
- 1.5 USDT per penarikan.
- Tron
- 1.4 USDT per penarikan.
Tidak ada biaya setoran yang terdokumentasi.
Terakhir, tingkat biaya juga bisa dinaikkan dengan mengunci token GRVT lewat tingkat keanggotaan yang sudah dibahas sebelumnya.
Setoran hanya menerima stablecoin, tanpa jalur rupiah yang terdokumentasi
Jaringan setorannya mencakup Ethereum, Arbitrum One, dan BNB Smart Chain lewat Grvt Native Bridge, ditambah Solana, Tron, Base, dan Kaia yang muncul di tabel minimum setoran dan biaya penarikan resmi.
Asetnya USDT dan USDC. Native bridge hanya mendukung USDT, sementara setoran USDC didokumentasikan terpisah. Minimum setorannya 1 USDT atau USDC di ARB dan BEP20, 1 USDT di KAIA dan SOLANA, 1 USDC di BASE, serta 5 USDT di TRC20 — dengan peringatan resmi bahwa setoran di bawah ambang jaringan tidak diproses dan bisa hilang permanen.
Ada satu selisih yang perlu Anda perhatikan dengan layar setoran pada panduan di atas: layar tersebut menampilkan batas kirim mulai 0.5 USDT sebagai batas per pengiriman, sedangkan ambang setoran resmi adalah 1 USDT — dan angka 1 USDT itulah yang berlaku sebagai batas bawah yang sesungguhnya.
Ini bagian yang paling relevan bagi pembaca di Indonesia. Sampai 2026-08-09 tidak ada integrasi fiat on-ramp pihak ketiga yang terdokumentasi. Lini produk “Pay” dengan integrasi fiat dan kartu masih berstatus rencana. Artinya akun GRVT hanya bisa didanai dengan stablecoin yang sudah Anda miliki — tidak ada jalur rupiah yang terdokumentasi, dan itulah keadaannya.
Pendaftaran cukup dengan dompet atau email, dan dana berada dalam kustodi sendiri
Mendaftar bisa dengan dompet atau dengan email, dan pendaftaran lewat email otomatis membuat dompet bawaan (embedded wallet) berbasis Privy yang kuncinya bisa Anda ekspor kapan saja. Setiap pengguna memegang kredensial Web2 dan Web3 sekaligus: satu pengguna, satu email, satu dompet.
Verifikasi identitas justru menjadi bagian yang tidak bisa disimpulkan dari sumber publik, dan itu perlu dinyatakan terang-terangan. GRVT tidak menerbitkan artikel yang menyatakan verifikasi dokumen wajib bagi pengguna ritel. Namun user agreement menuntut pernyataan dari pengguna, dan perusahaan menjalankan program AML/ATF dengan penyaringan sanksi, pemantauan transaksi, serta peninjauan kepatuhan dompet digital yang bisa memblokir akun.
Karena itu, jangan menyimpulkan begitu saja bahwa bursa ini “tanpa KYC”. Situs ulasan pihak ketiga menyatakannya, tetapi dokumentasi GRVT sendiri membantah pembingkaian sesederhana itu.
Soal kustodi mandiri, begini artinya secara konkret: penarikan disahkan tanda tangan dari kunci yang hanya Anda pegang, kontrak mengirim dana ke dompet Anda sendiri, dan GRVT menyatakan tidak bisa memindahkan, mengalihkan, membelanjakan, atau menciptakan saldo begitu saja. Batas dari klaim itu — pengurutan transaksi yang tetap berada di tangan operator — dibahas di bagian risiko nanti.
Di antara protokol perpetual, GRVT lebih besar dalam open interest daripada dalam volume
Peringkat ketujuh berdasarkan volume harian dan kelima berdasarkan open interest
Semua pembacaan di bagian ini bertanggal 2026-08-09.
GRVT berada di peringkat 5 berdasarkan open interest, tetapi di peringkat 7 berdasarkan volume perpetual 24 jam.DeFiLlama, 2026-08-09
Pada halaman yang sama, GRVT juga berada di peringkat 5 bila diurutkan berdasarkan volume 30 hari, dan pangsanya 3.27% dari total volume perp 24 jam sebesar 14.829B USD yang ditampilkan di sana. Yang berada di atasnya dalam ukuran open interest adalah Hyperliquid, Aster, Variational, dan Lighter.
Justru selisih itulah bagian yang paling banyak bercerita. Peringkat open interest yang lebih tinggi daripada peringkat volume adalah kebalikan dari pola beberapa pesaing yang volumenya lebih besar. Artinya posisi di GRVT cenderung ditahan, bukan diputar cepat — profil bursa tempat orang memegang posisi lebih lama.
Dua pelacak publik berselisih 1.6 kali soal volume tetapi sepakat soal open interest
Selisih pada volume kira-kira 1.6 kali, dan penyebabnya bukan misteri: kedua pelacak memakai jendela snapshot dan cakupan instrumen yang berbeda. GRVT mencatatkan perpetual saham dan komoditas yang dihitung atau tidak dihitung secara berbeda oleh masing-masing pelacak. Pada open interest, selisihnya hanya sekitar 1 persen.
Aturan bacanya jadi sederhana. Pada volume, yang bisa Anda pegang adalah kisaran besarannya, bukan angka persisnya. Open interest adalah ukuran besaran yang paling terkonfirmasi lintas sumber untuk bursa ini — dan itulah sebabnya angka open interest yang kami pakai sebagai ukuran skalanya.
Pendapatan biaya protokolnya tidak muncul di kumpulan data publik
Sampai 2026-08-09, GRVT tidak ada dalam kumpulan data biaya DeFiLlama. Penelusuran menyeluruh atas 2541 protokol di sana tidak menemukan entri GRVT, sehingga tidak ada angka pendapatan biaya protokol yang bisa diverifikasi.
Di CoinGecko — pelacak yang justru ditunjuk GRVT sendiri sebagai tempat metrik publiknya bisa dilihat — bursa ini terdaftar di antara 128 bursa derivatif dan berada di peringkat 43 berdasarkan volume 24 jam dalam satuan BTC, satu daftar yang juga mencakup bursa terpusat.
Angka itu tidak ada, dan ketiadaannya bukan pertanda buruk dengan sendirinya — hanya berarti tidak ada yang bisa Anda periksa. CoinMarketCap pun tidak bisa dimuat pada tanggal penelusuran kami, jadi tidak ada pembanding ketiga.
Lima hal yang membedakan GRVT, masing-masing dengan catatan yang menempel
Setiap pembeda di bawah ini datang bersama catatan yang membatasinya — dan catatan itulah yang menentukan seberapa jauh keunggulannya berlaku.
Rabat maker universal
Imbal hasil atas agunan trading
Privasi lewat validium
Jalur entitas berlisensi
Multi-aset dan RWA
Negara yang ditutup GRVT, izin Bermuda, dan dua daftar yang tidak cocok
Daftar larangannya mencakup Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Kanada
Halaman resminya membingkai daftar ini sebagai daftar negara yang dilarang mengakses GRVT, dan menyatakan akses dilarang bagi orang yang berdomisili atau berada di tempat-tempat tersebut.
Bacaan yang perlu Anda ambil dari daftar itu: yang ditutup GRVT bukan hanya yurisdiksi yang berada di bawah sanksi internasional, tetapi juga sejumlah pasar keuangan besar.
Dua daftar pengecualian resminya tidak saling cocok
Penegakannya berlapis. User agreement menuntut pernyataan domisili dari pengguna, sementara pembatasan berbasis IP dipastikan berlaku untuk API. Lapisan lainnya berupa penyaringan kepatuhan dompet dan peninjauan alamat penarikan.
Persoalannya, dua daftar resmi yang beredar tidak saling cocok:
- Restricted Jurisdictions
- Daftar resmi yang dirujuk user agreement. Memuat Singapura, Hong Kong, dan Kanada, tetapi tidak memuat Inggris maupun China.
- Pembatasan IP pada API
- GRVT menyatakan API-nya tidak dapat diakses dari alamat IP di Amerika Serikat, Inggris, atau China. Dua nama terakhir tidak ada di daftar Restricted Jurisdictions.
Perusahaan tidak pernah menyelaraskan keduanya di ruang publik. Kesimpulan yang harus Anda tarik: tidak satu pun dari dua daftar itu bisa dibaca sebagai pernyataan tunggal tentang di mana GRVT tersedia.
Akses dikendalikan di lapisan operator, bukan di lapisan kontrak
Secara struktur, GRVT bukan protokol permissionless: bukan protokol yang bisa dipakai siapa saja tanpa izin dan hidup di kontrak semata. Pendaftaran wajib, dan pencocokan order, pengelolaan risiko, serta pengelolaan akun berjalan di luar rantai di bawah kendali GRVT, lalu diselesaikan di dalam rantai dengan bukti ZK.
Operator juga menjalankan TransactionFilterer yang menentukan akun mana yang masuk daftar putih untuk memaksa transaksi dari L1. Konsekuensinya, kendali akses berada di lapisan operator dan frontend-nya, bukan di lapisan kontrak yang terbuka bagi siapa saja.
Belum ada otoritas mana pun yang menyebut nama GRVT
Sampai 2026-08-09, tidak ditemukan peringatan, pembatasan, gugatan, penyelesaian perkara, atau sanksi regulator terhadap GRVT dari otoritas mana pun dalam sumber publik.
Cara membacanya perlu tepat: itu ketiadaan bukti dari penelusuran terarah, bukan catatan bersih yang terkonfirmasi — jadi bukan pula jaminan.
Izin Bermuda dipegang perusahaan lain dan tidak terlacak di register
Izin yang dimaksud adalah Class M (Modified) Digital Asset Business License di bawah DABA, diterbitkan Bermuda Monetary Authority, dipegang GRVT International Limited, dan diumumkan 2024-12-06.
Semua syarat pembatas yang menempel padanya perlu ikut dibaca. Pada saat pengumuman, izin itu bersifat kondisional: entitasnya belum beroperasi, harus memenuhi syarat pra-operasional dengan BMA, dan ditujukan untuk pelanggan korporat terpilih lebih dulu. Perusahaan sendiri menyatakan berniat memperoleh izin Class F penuh pada pertengahan 2025, tetapi sampai 2026-08-09 tidak ada sumber primer yang mengonfirmasi bahwa peningkatan izin itu benar-benar terjadi — sementara target waktu yang mereka sebut sendiri sudah lewat.
Pernyataan GRVT sendiri”Grvt is not a regulated entity and your funds are not subject to regulatory protection” — kalimat dari blog resmi perusahaan yang menggugurkan pembingkaian pemasaran yang menyebutnya bursa teregulasi, dan berlaku di mana pun klaim itu Anda temui.
Soal verifikasinya: izin itu tidak dicocokkan dengan register BMA saat penelusuran kami dilakukan. Pemeriksaan terpisah per 2026-08-09 tidak menemukan entitas GRVT dalam register BMA untuk entitas yang berlisensi saat ini, dan halaman izin milik perusahaan tidak bisa dibuka (HTTP 404). Yang bisa dinyatakan hanyalah ketiadaan itu — tidak ada sumber yang menyatakan pencabutan izin.
Sikap kepatuhannya berjalan lebih dulu daripada substansinya
Arah geraknya menuju keterlibatan regulasi yang lebih besar, bukan sebaliknya. GRVT mengejar izin DABA sebelum mainnet, menjalankan program AML/ATF dengan penyaringan sanksi dan pemantauan transaksi, memberlakukan daftar larangan yang luar biasa luas untuk ukuran DEX, dan merambah saham tokenisasi serta produk RWA yang membawa paparan hukum sekuritas.
Fakta penyeimbangnya sudah muncul di atas: entitas berlisensinya diumumkan belum beroperasi untuk ritel, dan perusahaan menyangkal dirinya entitas teregulasi. Sikap kepatuhannya berada di depan substansi kepatuhannya.
Pembaca di Indonesia bisa membuka akun, tetapi tanpa payung pengawasan OJK
Nama GRVT tidak muncul di daftar larangannya sendiri maupun di daftar berizin OJK
Kalau Anda terbiasa menilai sebuah bursa dari status izinnya lebih dulu, kabar baiknya ada dua daftar yang bisa Anda periksa sendiri.
Di sisi GRVT, Indonesia tidak ada dalam daftar Restricted Jurisdictions. Daftar itu diperiksa pada 2026-08-09 dan halamannya terakhir diubah 2026-08-03. Halaman pendaftaran publiknya juga dibuka dengan pengaturan bahasa Indonesia dan zona waktu Asia/Jakarta, dan termuat normal (HTTP 200) tanpa pemblokiran geografis.
Batas bukti untuk pemuatan itu perlu disebut: halaman tersebut dibuka dari alamat IP non-Indonesia, sedangkan pemblokiran geografis lazimnya ditegakkan lewat IP. Jadi bukti yang benar-benar menanggung beban adalah daftar resminya, bukan hasil pemuatan halaman.
Di sisi Indonesia, GRVT tidak ada di whitelist OJK atas 29 penyelenggara berizin dan terdaftar yang diumumkan lewat siaran pers SP 226/GKPB/OJK/XII/2025 pada 2025-12-19. GRVT juga tidak ada di daftar penyelenggara berizin posisi 2026-05-25, yang memuat 23 pedagang berizin, 2 bursa, 2 lembaga kliring, dan 2 kustodian — tidak muncul di satu kategori pun.
Penyebabnya struktural, bukan soal reputasi. Rezim Indonesia bertumpu pada entitas berbadan hukum lokal: seluruh 23 pedagang berizin itu perusahaan PT yang didirikan di Indonesia. GRVT beroperasi lewat perusahaan Panama di bawah hukum Singapura tanpa kehadiran di Indonesia, jadi ia berada sepenuhnya di luar perimeter perizinan domestik — bukan pemohon yang tertunda, bukan pula izin yang kedaluwarsa. Tidak terdaftar adalah keadaan normal bagi bursa luar negeri.
Sampai 2026-08-09, tidak ada otoritas Indonesia yang menyebut nama GRVT dalam peringatan, whitelist, blocklist, atau pengumuman penegakan mana pun. Sekali lagi, itu ketiadaan bukti dari sumber publik, bukan konfirmasi bahwa tidak ada kontak pengawasan non-publik.
Jadi status Anda di sini sederhana: aksesnya nyata, dan berada di luar pengawasan OJK.
Kewajiban izin dan sanksinya jatuh pada penyelenggara, bukan pada pengguna
Setelah tahu GRVT tidak berizin di Indonesia, pertanyaan berikutnya biasanya satu: apakah saya yang melanggar kalau memakainya?
Dasar hukumnya UU No. 4 Tahun 2023 (UU P2SK). Pasal 213(h) menarik aktivitas aset keuangan digital termasuk aset kripto ke dalam lingkup ITSK (Inovasi Teknologi Sektor Keuangan). Pasal 218 mewajibkan Penyelenggara ITSK memenuhi persyaratan perizinan yang ditetapkan Bank Indonesia atau OJK. Pasal 304 mengancam pelanggaran kewajiban izin itu dengan pidana penjara 5 sampai 10 tahun dan denda IDR 1,000,000,000 sampai IDR 1,000,000,000,000.
Perhatikan kepada siapa ketentuan itu ditujukan: kewajiban dan sanksinya jatuh pada penyelenggara. Tidak ditemukan larangan eksplisit di Indonesia bagi penduduk yang bertransaksi lewat platform luar negeri tanpa izin, dan pesan publik OJK membingkai penggunaan platform di luar whitelist sebagai ketiadaan izin dan pengawasan yang berisiko menimbulkan kerugian — bukan sebagai pelanggaran oleh pengguna.
Batas dari pembacaan itu perlu dinyatakan terang: tidak ditemukannya larangan yang ditujukan kepada pengguna bukanlah penetapan bahwa penggunaannya sah. Ini pembacaan atas ketentuan perizinan dan pidana, bukan nasihat hukum.
Ada pula hal-hal yang tidak tercakup pembacaan di atas dan tetap menjadi tanggungan Anda. Aturan-aturan Indonesia lain dapat menjangkau penduduk secara terpisah — kewajiban devisa, antipencucian uang, dan perlindungan konsumen — dan semuanya tidak diperiksa di sini.
Perpajakan justru sudah kami periksa, dan hasilnya perlu dinyatakan apa adanya. Sejak PMK 50/2025 berlaku pada 2025-08-01, penjualan aset kripto lewat platform luar negeri dikenai PPh Pasal 22 final sebesar 1%, dan karena GRVT tidak melakukan pemotongan pajak Indonesia maupun ditunjuk sebagai pemungut, penghitungan, penyetoran, serta pelaporannya jatuh pada Anda sendiri. Batas pembacaan itu perlu ikut disebut: sumber yang kami baca membahas pengalihan aset kripto, sementara apakah dan bagaimana ketentuan tersebut berlaku atas untung-rugi kontrak perpetual — yang berupa posisi derivatif, bukan pengalihan aset — tidak dapat dipastikan dari sumber itu.
Sisi kontraknya justru yang paling langsung mengubah posisi Anda:
Sebagai konteks status, kanal berizin untuk kategori produk yang sama sebenarnya sudah ada. POJK 23/2025, yang diundangkan 2025-11-10, membuka kerangka pertama untuk perdagangan derivatif aset keuangan digital lewat pedagang berizin OJK, di bursa yang sudah disetujui OJK, dengan notifikasi tertulis, uji pengetahuan konsumen, dan margin di rekening terpisah. GRVT berada di luar kerangka itu.
Sejumlah klasifikasi dalam UU 4/2026 masih menunggu POJK pelaksana, sehingga batas perizinan yang berlaku bagi bursa perpetual luar negeri belum tuntas.
Soal penegakan, laporan penghentian 228 pedagang tadi tidak menyebut satu pun nama platform, dan GRVT tidak disebut. Pelaporan penegakan di Indonesia sebagian besar memang bersifat agregat. Basis data pemblokiran nasional (TrustPositif) juga tidak dapat diakses dari luar Indonesia, sehingga keberadaan grvt.io di dalamnya masih belum terverifikasi.
Data di luar rantai, upgrade darurat tanpa jeda, dan likuidasi penuh
L2BEAT menilai rantainya belum mencapai Stage 0, dan data transaksinya berada di luar rantai
Mulai dari yang paling struktural, karena temuan inilah yang mendasari hampir semua risiko lain di bawahnya.
Tidak ada pula mekanisme bagi pengguna untuk memaksa transaksinya masuk bila sequencer berhenti bekerja atau menyensor. Operator menjalankan TransactionFilterer yang mewajibkan akun yang mengantre transaksi paksa dari L1 berada di daftar putih, dan hanya proposer di daftar putih yang boleh menerbitkan state root.
Perhatikan bahwa desain validium yang membuat posisi Anda tidak terlihat publik adalah desain yang sama yang menimbulkan risiko ini. Keduanya satu paket.
Kontraknya bisa diubah seketika lewat jalur darurat, tanpa jendela keluar bagi pengguna
Kontrak GRVT bisa di-upgrade, dan ada dua jalur untuk melakukannya:
Berjeda 4 hari 3 jam sampai 8 hari 3 jam
Tanpa jeda sama sekali
L2BEAT menyatakan dana bisa dicuri bila sebuah kontrak menerima upgrade kode berbahaya, dan menilai exit window-nya — jendela bagi pengguna untuk keluar lebih dulu — sebagai “None (emergency upgrade path)”. Operator juga dapat menyensor transaksi penarikan lewat TransactionFilterer tanpa jeda.
Konsekuensinya bagi Anda: kemampuan untuk keluar dari platform ini tidak dijamin oleh desainnya.
Susunan penandatangan multisig dan ambang persetujuannya juga tidak terdokumentasi di sumber publik mana pun yang diperiksa, jadi siapa yang sebenarnya bisa menekan tombol itu tidak dapat Anda ketahui.
Kustodi mandiri menjamin tanda tangan Anda, bukan kemampuan Anda untuk keluar
Kalau Anda pindah dari bursa kustodian domestik, bagian ini yang paling perlu dibaca pelan-pelan: apa persisnya yang dijanjikan kustodi mandiri, dan di mana janji itu berhenti.
Yang benar: penarikan disahkan tanda tangan dari kunci yang hanya Anda pegang, dan GRVT menyatakan tidak dapat menghasilkan tanda tangan itu.
Yang tidak dijamin olehnya: tidak ada mekanisme forced inclusion — cara memaksa transaksi Anda tetap ikut diproses — dan operator yang menentukan akun mana yang masuk daftar putih untuk memaksa transaksi dari L1. Otorisasi penarikan berbasis tanda tangan tidak dengan sendirinya menjamin kemampuan keluar bila operator menyensor.
Pencocokan dan pengurutan order juga tetap berada di luar rantai. Artinya Anda tetap bergantung pada GRVT untuk keadilan urutan order dan kelangsungan operasionalnya, meskipun kustodi dananya mandiri.
Likuidasi berjalan penuh, dan sisa ekuitasnya berpindah ke Insurance Fund
GRVT memakai model likuidasi penuh — tidak ada likuidasi sebagian. Pada mode cross, likuidasi terpicu saat ekuitas akun cross jatuh di bawah maintenance margin cross. Pada mode isolated, saat saldo margin posisi jatuh di bawah maintenance margin posisi.
Konsekuensinya yang mengubah perhitungan Anda: seluruh posisi atau akun dipindahkan ke akun Insurance Fund, yang menutup posisi dan menahan sisa untung atau ruginya. Sisa ekuitas akun cross berpindah ke Insurance Fund, sementara pada posisi isolated, margin yang dialokasikan hangus. Ada pula mekanisme socialized loss — kerugian yang ditanggung bersama — yang didokumentasikan terpisah.
Insurance Fund itu sendiri ada, tetapi saldonya tidak pernah dipublikasikan — jadi kapasitas penyangganya tidak bisa Anda nilai.
Angka maintenance margin dan persentase penalti likuidasinya sendiri hanya terbit di PDF spesifikasi kontrak yang harus diunduh terlebih dahulu, jadi keduanya tidak terbaca dari halaman bantuan biasa.
Harga penanda bergantung pada satu penyedia indeks bernama Block Scholes
Harga indeks (oracle) dipasok oleh satu penyedia, Block Scholes, sebagai rata-rata tertimbang volume beserta deviasinya terhadap harga tengah bursa spot terpusat besar, lalu dikonversi ke USDT.
Mark price adalah median dari tiga masukan, dan dua dari tiga itu bersumber dari penyedia yang sama: harga oracle beserta penyesuaiannya, dan legacy Block Scholes mark price. Tidak ada jaringan oracle terdesentralisasi independen seperti Chainlink atau Pyth yang disebut.
Mengapa ini penting bagi pemegang posisi: mark price-lah yang menentukan pemicu likuidasi. Karena itu, terpusatnya sumber harga adalah ketergantungan struktural, bukan detail teknis.
Jeda pembuktian berulang tercatat, sementara pengungkapan auditnya tipis
L2BEAT mencatat anomali ketersediaan layanan (liveness) yang berulang di lapisan penyelesaian, dibanding interval pengiriman normal sekitar 4 menit 43 detik:
Uptime 30 hari terakhir tercatat 97% dan dinilai normal. Yang tercatat di sini adalah penundaan pembuktian di lapisan penyelesaian, bukan gangguan trading yang terkonfirmasi, dan tidak ada dampak pengguna yang diungkapkan.
Pengungkapan auditnya tipis. Spearbit DAO dan NCC Group disebut sebagai mitra audit, tanpa tanggal, tanpa definisi ruang lingkup, dan tanpa laporan yang bisa diunduh. Artinya Anda tidak bisa memverifikasi sendiri apa yang diaudit dan kapan.
Sepanjang 2024-12-20 sampai tanggal penelusuran kami, tidak ditemukan eksploitasi kontrak pintar, manipulasi oracle, serangan tata kelola, depeg, atau pembobolan frontend dalam sumber publik. Sekali lagi: ketiadaan bukti, bukan catatan bersih yang terkonfirmasi.
Peninjauan kepatuhan bisa memblokir akun meskipun kuncinya ada pada Anda
Program AML/ATF GRVT mencakup penyaringan berbasis risiko dan uji tuntas terhadap daftar sanksi, pemantauan transaksi berkelanjutan, dan eskalasi aktivitas mencurigakan.
Untuk Anda yang terbiasa dengan layanan pelanggan bursa domestik, implikasinya satu kalimat: pemblokiran di sini berlaku pada lapisan akun, sekalipun kunci dananya ada pada Anda.
Perpetual saham membawa delisting dan penyesuaian aksi korporasi
Perpetual atas saham membawa jenis peristiwa yang tidak dikenal di pasar kripto. Dua contoh yang terdokumentasi: perpetual SpaceX (SPCX) didelisting pada 2026-06-10 dan dijadwalkan tercatat kembali sebagai SPACEX, sementara pemecahan saham CRWD disesuaikan pada 2026-07-02.
GRVT punya artikel kebijakan “Perpetual Futures Delistings” tersendiri, jadi ini prosedur rutin, bukan insiden.
Paparan hukum sekuritas melekat pada lini produk ini, dan disclaimer perusahaan sendiri yang sudah dikutip sebelumnya relevan di sini juga. Tidak ada tindakan penegakan hukum sekuritas terhadap GRVT yang ditemukan.
◆ ◇ ◆
Yang perlu Anda pegang sebelum menghubungkan dompet
Kodenya L63XFCG, dan terakhir terkonfirmasi berfungsi pada 2026-08-10. Syarat penerapannya sudah Anda lihat langkah demi langkah: kode hanya melekat pada saat akun dibuat, satu kali per dompet, dan terbuka untuk pengguna baru saja. Lewat dari titik itu, satu-satunya cara adalah memulai lagi dengan dompet baru.
Yang bisa kami nyatakan hanyalah bahwa kodenya berlaku dan kapan hal itu terakhir diperiksa langsung.
Fakta sisi bursa yang Anda bawa ke dalam keputusan sudah dipaparkan di bagian-bagian sebelumnya. Aksesnya per negara ditentukan daftar larangan GRVT, dan Indonesia tidak ada di dalamnya — sementara GRVT juga tidak berizin OJK. Pihak yang berkontrak dengan Anda adalah perusahaan Panama. Musim poinnya sudah tutup, dan yang tersisa adalah jalur penguncian token. Risiko strukturalnya berada pada ketersediaan data, jalur upgrade darurat, dan likuidasi penuh.
Keputusannya milik Anda, dan itulah yang sebenarnya sedang diputuskan di sini: bukan soal kodenya, melainkan soal membuka akun di bursa dengan profil seperti di atas.