— Daftar Isi 11 bagian
- 01 Apakah kode referral Phoenix “TFJA22W2” masih aktif?
- 02 Apa yang Anda dapatkan dari kode referral Phoenix “TFJA22W2”
- 03 Langkah pendaftaran Phoenix dengan kode referral
- 04 Apa yang harus dilakukan setelah terhubung ke Phoenix
- 05 Kode referral Phoenix tidak dapat ditambahkan setelah pendaftaran
- 06 Phoenix dibangun Ellipsis Labs dan dijalankan entitas Panama, dengan order book yang berjalan penuh di Solana
- 07 Phoenix menempati peringkat 33 tabel perp DefiLlama dengan pangsa 0,25 persen dari volume pasar
- 08 Ketentuan Penggunaan Phoenix menutup Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris, dan klausul sisanya bisa menjangkau lebih jauh
- 09 Indonesia tidak masuk daftar larangan Phoenix, tetapi Phoenix juga tidak berizin OJK
- 10 Program perpetual Phoenix belum diaudit dan masih bisa diperbarui oleh satu kunci tunggal
- 11 Kode ini aktif dan Indonesia tidak ada dalam daftar yang dikecualikan, tetapi audit dan gerbang undangan masih menjadi ganjalan
Kode referral Phoenix eksklusif chainhelm adalah .
Per 2026-08-08, kami menghubungkan wallet baru dan mengonfirmasi bahwa kode referral diterapkan.
Terapkan kode ini saat menghubungkan wallet dan diskon biaya trading sebesar 10% yang terus berlanjut, bukan sekali pakai akan berlaku. Kami sarankan menyelesaikan penerapan kode sekaligus pada tahap koneksi tersebut.
Artikel ini mencakup proses pendaftaran (koneksi wallet) menggunakan kode referral Phoenix, fitur pembeda Phoenix, ketersediaan di Indonesia, serta risiko yang perlu diperhatikan — dengan alur koneksi wallet dan penerapan kode referral yang diverifikasi langsung oleh tim editorial chainhelm.
Apakah kode referral Phoenix “TFJA22W2” masih aktif?
Tim editorial chainhelm menghubungkan wallet baru ke Phoenix pada 2026-08-08 dan mengonfirmasi bahwa kode referral “TFJA22W2” masih aktif.
Berikut adalah layar sebenarnya yang diambil saat verifikasi.
chainhelm terus memverifikasi validitas kode ini.
Kode dan tautan pendaftaran sebenarnya adalah satu benda yang sama, bukan dua langkah yang terpisah. Kodenya TFJA22W2, dan tautannya https://phoenix.trade/?code=TFJA22W2 — bagian “?code=” di ujung tautan itulah yang membawa kode masuk ke dalam alur. Artinya Anda tidak perlu mencari kolom isian di mana pun.
Penerapannya berjalan otomatis. Pada alur yang kami lalui, tidak ada satu pun kolom tempat kode diketikkan: atribusi menempel ketika sebuah wallet baru terhubung lewat tautan tersebut. Ini perbedaan mekanis yang paling sering salah dipahami pembaca yang terbiasa dengan bursa terpusat, tempat kode biasanya diketik pada formulir pendaftaran.
Ada satu hal lagi yang sebaiknya Anda ketahui sejak awal: alur pendaftaran tidak menampilkan konfirmasi apa pun kepada pengguna yang direferensikan. Tidak ada kolom kode, tidak ada penanda “referred by”, tidak ada layar ringkasan yang menyebut kode Anda. Ketiadaan tanda itu bukan berarti kode gagal menempel — memang begitulah bentuk alurnya.
Terakhir, ada hal yang membedakan Phoenix dari kebanyakan bursa: aksesnya masih dibuka lewat undangan. Endpoint status bursa melaporkan keadaan ter-gate pada 6 Agustus 2026, dan API Phoenix memaparkan endpoint untuk memvalidasi undangan. Karena itu ada dua jenis kode yang beredar dan sering tertukar dalam pencarian berbahasa Indonesia: kode akses atau undangan, yang mengatur siapa yang boleh masuk ke platform, dan kode referral, yang mengatur atribusi dan diskon biaya. TFJA22W2 adalah yang kedua. Bagaimana keduanya bertemu di dalam praktik pendaftaran kami bahas di bagian langkah pendaftaran.
Apa yang Anda dapatkan dari kode referral Phoenix “TFJA22W2”
Terapkan kode ini saat menghubungkan wallet untuk menerima keuntungan berikut di Phoenix:
- Keuntungan
- diskon biaya trading sebesar 10% yang terus berlanjut, bukan sekali pakai
- Masa berlaku
- Tidak ada batas
- Kelayakan
- Pengguna baru
Untuk mendapatkan keuntungan tersebut, kode harus diterapkan saat menghubungkan wallet. Jangan sampai lupa menerapkannya.
Langkah pendaftaran Phoenix dengan kode referral
Kami membahas proses koneksi wallet secara terpisah untuk PC/browser dan smartphone (mobile).
Satu tautan sudah menuntaskan urusan kode: buka tautan, hubungkan wallet, dan kode referral menempel dengan sendirinya, tanpa langkah terpisah yang perlu Anda kerjakan untuk itu. Yang tidak ikut selesai adalah akses ke bursanya. Phoenix masih dibuka lewat undangan, sehingga dompet yang sudah terhubung belum tentu langsung bisa mulai bertransaksi. Indikator tahap pada modal masuk memperlihatkan batas itu: langkah-langkah di bawah menuntaskan “Sign In” dan “Create account”, sedangkan “Access Phoenix” berada di luar keduanya — dan tahap itulah yang kemungkinan bersinggungan dengan gerbang undangan.
Koneksi wallet ditangani Privy. Anda dapat menghubungkan wallet Solana yang sudah Anda miliki, atau masuk lewat email atau penyedia lain sehingga Privy membuatkan wallet tertanam untuk Anda. Alur yang kami rekam memakai Phantom, dengan Solflare tampil sebagai pilihan kedua di modal, jadi langkah-langkah di bawah ini mengikuti rute tersebut.
Langkah koneksi PC/browser
- Pertama, buka halaman resmi Phoenix (tautan menerapkan kode referral). Saat dibuka, Anda akan melihat layar seperti di bawah ini.
2. Klik “Connect new wallet” di modal masuk
Klik “Connect new wallet” pada modal masuk untuk melanjutkan pendaftaran dengan dompet Solana, dan daftar pilihan dompet akan terbuka. Indikator di atas modal menandai tiga tahap proses, yaitu “Sign In”, “Create account”, dan “Access Phoenix”, dengan posisi Anda masih di “Sign In”.
3. Pilih “Phantom” dari daftar dompet
Pada modal “Select your wallet”, klik “Phantom” sebagai dompet yang akan dihubungkan ke akun Phoenix Anda. “Solflare” tersedia sebagai pilihan lain, dan begitu satu dompet dipilih, layar berganti ke proses koneksi dompet tersebut.
4. Tunggu respons dari Phantom
Biarkan modal “Waiting for Phantom” tetap terbuka sambil menunggu jendela persetujuan Phantom muncul. Catatan di modal meminta Anda menghubungkan hanya satu dompet dalam satu waktu agar prosesnya berjalan mulus.
5. Setujui koneksi di Phantom
Di jendela Phantom yang terbuka, periksa bahwa situs yang meminta koneksi adalah “phoenix.trade”, lalu klik “Connect”. Persetujuan ini memberi situs akses untuk melihat saldo dan aktivitas akun yang dipilih, dan “Cancel” tersedia bila Anda ingin membatalkannya.
6. Setujui permintaan tanda tangan
Setelah modal berganti ke “Sign message to continue”, setujui permintaan tanda tangan yang muncul di jendela Phantom untuk menuntaskan proses masuk. Indikator tahap kini berada di “Create account”, pertanda koneksi dompet sudah diterima.
7. Tanda tangani pesan di Phantom
Pada jendela “Sign Message” dari Phantom, periksa bahwa permintaan datang dari “phoenix.trade”, lalu klik “Confirm” untuk merampungkan proses masuk. Tanda tangan ini berfungsi membuktikan kepemilikan akun yang dipilih, dan “Cancel” membatalkan permintaan tersebut.
Langkah koneksi smartphone (iOS / Android)
- Pertama, buka halaman resmi Phoenix di browser mobile atau browser di dalam aplikasi wallet (tautan menerapkan kode referral). Saat dibuka, Anda akan melihat layar seperti di bawah ini.
2. Ketuk “Connect new wallet” di panel masuk
Ketuk “Connect new wallet” di panel masuk yang muncul dari bawah layar untuk melanjutkan dengan dompet Solana, dan daftar pilihan dompet akan terbuka. Indikator di atas panel menandai tiga tahap proses, yaitu “Sign In”, “Create account”, dan “Access Phoenix”, dengan posisi Anda masih di “Sign In”.
3. Ketuk “Phantom” di daftar dompet
Pada panel “Select your wallet”, ketuk “Phantom” sebagai dompet yang akan dihubungkan ke akun Phoenix Anda. “Solflare” juga tersedia di daftar, dan setelah satu dompet diketuk, tampilan berganti ke proses koneksi dompet tersebut.
4. Tunggu Phantom merespons
Biarkan panel “Waiting for Phantom” tetap terbuka sambil menunggu aplikasi Phantom terbuka untuk meminta persetujuan. Catatan di panel meminta Anda menghubungkan hanya satu dompet dalam satu waktu agar prosesnya berjalan mulus.
5. Setujui koneksi di aplikasi Phantom
Di layar konfirmasi aplikasi Phantom, pastikan situs yang meminta koneksi adalah “phoenix.trade”, lalu ketuk “Connect”. Persetujuan ini memberi situs akses untuk melihat saldo dan aktivitas akun yang dipilih, dan “Cancel” tersedia bila Anda ingin membatalkannya.
6. Setujui tanda tangan lewat aplikasi dompet
Setelah panel berganti ke “Sign message to continue”, beralih ke aplikasi Phantom dan setujui permintaan tanda tangan di sana untuk menuntaskan proses masuk. Indikator tahap kini berada di “Create account”, pertanda koneksi dompet sudah diterima.
7. Tanda tangani pesan di aplikasi Phantom
Di layar “Sign Message” aplikasi Phantom, periksa bahwa permintaan datang dari “phoenix.trade”, lalu ketuk “Confirm” untuk merampungkan proses masuk. Tanda tangan ini berfungsi membuktikan kepemilikan akun yang dipilih, dan “Cancel” membatalkan permintaan tersebut.
Apa yang harus dilakukan setelah terhubung ke Phoenix
Kami membahas proses deposit secara terpisah untuk PC/browser dan smartphone (mobile).
Sebelum masuk ke langkah per perangkat, ada tiga hal yang menentukan apa yang bisa Anda setor. Pertama, jenis asetnya. USDC adalah satu-satunya aset jaminan yang diterima Phoenix, dan USDC di Solana dibungkus 1:1 menjadi mint USD milik Phoenix sendiri sebelum masuk ke bursa. Pembungkusan itu terjadi otomatis di dalam alur setoran, jadi tidak ada langkah tambahan yang perlu Anda kerjakan untuk memicunya.
Kedua, asal dananya. Setoran dapat berangkat dari Solana, Ethereum, Base, Arbitrum, dan HyperEVM. Phoenix tidak memiliki jembatan sendiri; rute lintas rantai dijalankan integrasi pihak ketiga bernama Relay, yang menukar dan menjembatani dana Anda ke Solana. Kuotasi yang muncul di antarmuka berasal dari Relay dan berubah mengikuti biaya gas rantai asal pada saat permintaan dibuat, sehingga jumlah yang akhirnya diterima bisa berbeda dari kuotasi awal. Inilah yang berada di balik tombol “Deposit from Anywhere” yang akan Anda temui pada langkah di bawah.
Ketiga, jumlahnya. Dokumentasi resmi Phoenix tidak menyebutkan minimum setoran dalam bentuk apa pun.
Langkah deposit PC/browser
Klik “Deposit” di bagian atas layar untuk membuka modal “Deposit USDC”, lalu pastikan “Deposit from” sudah menunjuk ke “Connected wallet”, yaitu dompet yang baru Anda hubungkan.
Isi kolom “Amount” dengan jumlah USDC yang ingin disetor, atau klik “MAX” untuk mengisi seluruh saldo yang tersedia; baris “Available funds” menunjukkan dana yang bisa disetor saat ini. Setelah jumlahnya terisi, klik “Submit Deposit”.
Jika dana Anda tidak ada di dompet yang terhubung, pilih “Deposit from Anywhere” untuk mengirim stablecoin dari Solana atau jaringan lain ke alamat setoran.
Langkah deposit smartphone (iOS / Android)
Ketuk “Deposit” untuk membuka panel “Deposit USDC”, lalu pastikan “Deposit from” sudah menunjuk ke “Connected wallet”, yaitu dompet yang baru Anda hubungkan.
Isi kolom “Amount” dengan jumlah USDC yang ingin disetor, atau ketuk “MAX” untuk mengisi seluruh saldo yang tersedia; baris “Available funds” menunjukkan dana yang bisa disetor saat ini. Setelah jumlahnya terisi, ketuk “Submit Deposit”.
Jika dana Anda tidak ada di dompet yang terhubung, pilih “Deposit from Anywhere” untuk mengirim stablecoin dari Solana atau jaringan lain ke alamat setoran.
Setelah setoran masuk dan dananya tersedia di akun, Anda bisa mulai trading di Phoenix.
Kode referral Phoenix tidak dapat ditambahkan setelah pendaftaran
Kode referral hanya dapat diterapkan satu kali, yaitu saat Anda pertama kali menghubungkan wallet.
Jika koneksi terlanjur selesai tanpa sempat menerapkan kode, tidak ada cara untuk mengaitkan kode tersebut ke wallet yang sama di kemudian hari; bila Anda tetap ingin menerapkannya, Anda perlu menghubungkan wallet baru dan mengulang prosesnya dari awal.
Alasan aturannya sekeras itu terbaca dari bentuk alurnya sendiri. Karena kode dibawa masuk oleh tautan dan tidak ada kolom kode di alur yang dikirimkan Phoenix, tidak ada tempat untuk menambahkan kode belakangan — tidak ada formulir yang bisa dibuka kembali, tidak ada menu pengaturan yang menyimpannya. Dan karena alur itu juga tidak menampilkan permukaan konfirmasi kepada pengguna, tidak ada layar yang bisa Anda periksa kemudian untuk memastikan.
Konsekuensinya satu dan lugas: satu-satunya rute penerapan adalah wallet baru yang dihubungkan lewat tautan referral, dengan mengulang seluruh proses dari awal.
◆ ◇ ◆
Phoenix dibangun Ellipsis Labs dan dijalankan entitas Panama, dengan order book yang berjalan penuh di Solana
Sebelum memutuskan memakai kode itu, ada baiknya Anda tahu siapa yang berdiri di belakang Phoenix dan bagaimana bursa ini sebenarnya bekerja. Dua nama akan Anda temui di dokumen resminya, dan keduanya memegang peran yang berbeda.
Operator Panama, pengembang Ellipsis Labs, dan jejak produk sejak 2023
Operator layanan yang disebut di dalam Ketentuan Penggunaan adalah Solstice Technologies S. de R.L., sebuah perusahaan yang didirikan di Panama; entitas inilah yang menjalankan antarmuka phoenix.trade. Pengembang protokolnya adalah Ellipsis Labs, tim yang membangun dan memelihara Phoenix Perpetuals. Pembedaan itu berguna saat Anda membaca dokumen resmi: kewajiban kontraktual melekat pada operator, sedangkan rancangan teknisnya datang dari pengembang.
Umur produknya sendiri terbaca dari tiga tonggak berikut.
Yang perlu Anda bawa dari urutan itu bukan prestasinya, melainkan umurnya. Bursa perpetual ini baru berjalan beberapa bulan, dan setiap angka yang menyusul di artikel ini sebaiknya dibaca dengan mengingat umur tersebut.
Program di Solana L1 dan pencocokan order yang tuntas dalam satu transaksi
Phoenix berjalan sebagai program aplikasi yang dipasang langsung di Solana mainnet-beta. Bukan appchain, bukan rollup, bukan L2 tersendiri — order, eksekusi, dan pembatalan Anda tercatat di ledger Solana yang sama dengan transaksi Solana lainnya.
Model pencocokannya adalah central limit order book yang sepenuhnya on-chain: papan order dengan prioritas harga lalu waktu, mirip papan di bursa konvensional, hanya saja seluruh isinya berada di rantai. Di atasnya berjalan model kuotasi berbasis rentang yang Phoenix sebut spline liquidity, tempat market maker menerbitkan harga tengah beserta rentang bid dan ask serta kepadatan per tick, lalu mesin pencocokan menerjemahkannya menjadi level harga yang terlihat. Satu istilah lagi yang akan Anda temui adalah crankless, yang artinya pencocokan dan penyelesaian selesai di dalam satu transaksi Solana, tanpa proses penyelesaian terpisah yang berjalan menyusul.
Katalog 62 pasar, tingkat leverage, dan model jaminan USDC
Pada 6 Agustus 2026, Phoenix menjalankan 62 pasar perpetual yang aktif. Komposisinyalah yang membedakan bursa ini dari perp DEX kripto pada umumnya.
Empat pasar komoditas itu adalah GOLD, SILVER, COPPER, dan WTIOIL. Tingkat leverage tidak seragam di semua pasar: yang tertinggi 40x pada BTC, sementara SOL, ETH, GOLD, dan SILVER berada di 25x.
Jaminannya hanya USDC. Akun Anda hadir dalam dua bentuk: akun cross, yaitu subaccount 0, yang berbagi satu kumpulan jaminan untuk banyak posisi sekaligus, dan subaccount di atas 0 yang bersifat terisolasi, menampung satu posisi saja, dan kerugiannya tidak otomatis menarik dana dari akun cross. Enam pasar hanya tersedia dalam mode terisolasi.
Biaya maker-taker yang datar, funding, gas, dan biaya builder pihak ketiga
Skema biayanya datar dan ringkas: 0,5 bps untuk maker dan 3,5 bps untuk taker, identik untuk seluruh 62 pasar aktif. Tidak ada jenjang volume dan tidak ada jenjang staking, sehingga tarif yang Anda dapat pada hari pertama adalah satu-satunya tarif yang ada. Contoh dari dokumentasi resminya membantu membayangkan skalanya: transaksi senilai USD 10.000 menimbulkan biaya taker USD 3,50 atau biaya maker USD 0,50.
Biaya berjalan yang paling sering terlewat pada produk perpetual adalah funding. Phoenix menghitungnya dari selisih mark price terhadap index price, mencatatnya tiap jam, dan menyelesaikannya dalam periode 24 jam. Ketika mark berada di atas index, pemegang posisi long membayar short; ketika sebaliknya, short yang membayar long. Ada batas atas per interval untuk tiap pasar, yang pada 6 Agustus 2026 berkisar 0,172% sampai 0,433%.
Untuk biaya jaringan, penyelesaian terjadi di dalam satu transaksi Solana sehingga tidak ada biaya crank yang terpisah; yang tersisa adalah biaya jaringan Solana itu sendiri, dan tidak ada tambahan gas di tingkat protokol.
Satu hal perlu diluruskan karena hasil pencarian kerap menyiratkan sebaliknya: Phoenix tidak memiliki token protokol. Per 6 Agustus 2026, tidak ada token yang disebut di mana pun dalam materi resmi Phoenix maupun Ellipsis Labs. Karena tidak ada token, tidak ada pula diskon biaya yang dikaitkan dengan kepemilikan token.
Yang justru dapat menambah biaya Anda datang dari arah lain.
Artinya angka 0,5 dan 3,5 bps di atas berlaku untuk akses langsung lewat phoenix.trade. Lewat antarmuka pihak ketiga, biaya total sebuah transaksi bisa lebih tinggi, dan besarnya ditentukan oleh antarmuka itu sendiri.
Phoenix menempati peringkat 33 tabel perp DefiLlama dengan pangsa 0,25 persen dari volume pasar
Volume 24 jam, open interest, dan pendapatan biaya protokol
Tiga angka berikut berasal dari sumber dan tanggal yang sama, yaitu DefiLlama pada 6 Agustus 2026, dan berfungsi sebagai ukuran skala — bukan sebagai penilaian.
Open interest dipakai sebagai ukuran skala sebuah bursa perpetual, dan bukan TVL, karena angka itu menunjukkan nilai posisi yang benar-benar terbuka di bursa tersebut. Peringkat berbasis open interest sendiri tidak diterbitkan secara gratis, jadi yang dapat kami sampaikan adalah ketiadaannya, bukan perkiraan.
Satu kontras layak diperhatikan: peringkat 17 pada pendapatan biaya lebih tinggi daripada peringkat 33 pada volume. Itu pengamatan atas dua tabel yang berbeda, bukan pujian.
Pangsa 0,25 persen dan absennya Phoenix dari daftar bursa derivatif utama
Volume 24 jam tadi setara dengan 0,25 persen dari total volume pasar perpetual, yang pada 6 Agustus 2026 tercatat USD 17.742.000.000. Angka itu menempatkan Phoenix pada ukurannya yang sebenarnya: bursa kecil di dalam pasar yang besar.
Phoenix juga belum muncul pada daftar bursa derivatif utama. Ia tidak termasuk dalam 135 bursa derivatif yang terdaftar di CoinGecko per 6 Agustus 2026, dan tidak ditemukan entri bursa derivatif CoinMarketCap untuknya. Ini soal keterlihatan di agregator data, bukan tuduhan apa pun terhadap bursanya.
Lima pembeda mekanis, dari order book on-chain sampai builder code terbuka
Kalau pertanyaannya adalah kenapa harus bursa ini, lima hal berikut yang membedakannya secara mekanis.
- Order book on-chain tanpa cranker
- Pencocokan dan penyelesaian tuntas di dalam satu transaksi Solana, tanpa proses penyelesaian terpisah yang berjalan menyusul.
- Spline liquidity
- Market maker dapat menerbitkan satu kurva harga sekaligus dalam jauh lebih sedikit transaksi dibanding memasang order satu per satu di setiap level.
- Skema biaya datar
- Satu tarif berlaku untuk semua pasar dan semua ukuran akun, tanpa jenjang volume maupun jenjang staking.
- Perp aset nyata
- Pasar saham dan komoditas tetap berjalan di luar jam pasar acuannya, karena penetapan harga beralih ke mekanisme internal berbasis order book ketika pasar acuan tutup.
- Builder code terbuka
- Antarmuka pihak ketiga dapat memonetisasi arus order yang mereka kirimkan tanpa perlu perjanjian bisnis dengan Phoenix.
Menetapkan harga sendiri saat pasar acuan tutup kami catat di sini sebagai kemampuan; sisi risikonya kami bahas di bagian risiko lebih ke bawah.
Jendela insentif dan cakupan angka TVL yang membatasi pembacaan
Dua catatan membatasi cara membaca seluruh angka di atas.
Pertama, semuanya berada di dalam jendela program insentif yang berjalan 27 Juli 2026 sampai 23 Agustus 2026 dan membagikan USDC harian dengan bobot pada volume serta posisi yang tetap terbuka. Artinya aktivitas Phoenix saat ini didorong insentif dengan derajat yang tidak diketahui, dan angka-angka itu tidak bisa begitu saja dianggap berlaku setelah 23 Agustus 2026.
Kedua, angka TVL yang beredar untuk Phoenix — USD 908.384 — berada di tingkat induk dan melacak likuiditas order book spot, bukan jaminan perpetual. Angka itu tidak dapat dipakai sebagai ukuran skala bursa perp-nya.
Dibaca bersama, ketiga angka skala tadi menggambarkan bursa yang kecil dan muda, dengan pembeda mekanis yang nyata, dan dengan pembacaan yang untuk sementara ini sedang didorong insentif.
Ketentuan Penggunaan Phoenix menutup Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris, dan klausul sisanya bisa menjangkau lebih jauh
Dua lapis pengecualian dalam Ketentuan Penggunaan
Ketentuan Penggunaan Phoenix menutup pintu dalam dua lapis yang berbeda dasarnya.
Pengecualian berdasarkan yurisdiksi
Pengecualian berdasarkan sanksi
Ada perbedaan antara dua dokumen resmi Phoenix yang sebaiknya Anda ketahui. Halaman dokumentasinya memakai bentuk yang lebih pendek, yaitu bahwa Phoenix tidak tersedia di Amerika Serikat atau di yurisdiksi bersanksi, sedangkan Ketentuan Penggunaan yang berlaku dan lebih baru menyebut ketiga negara di lapis pertama. Ketentuan Penggunaan itulah yang menjadi acuan; kalimat di halaman dokumentasi tidak bisa dibaca sebagai pernyataan ketersediaan saat ini.
Semua ini soal protokol dan operatornya. Posisi Anda sebagai pembaca di Indonesia kami bahas tepat sesudah ini.
Klausul sisa yang membuat daftar negara hanya menjadi batas bawah
Daftar di atas belum mencakup semuanya, dan Ketentuan Penggunaan sendiri yang mengatakannya. Klausul 2.2(e) turut mengecualikan yurisdiksi mana pun yang melarang atau membatasi penawaran, penyediaan, akses, atau penggunaan perpetual futures, derivatif, serta perdagangan margin atau berleverage — dan, terpisah dari itu, yurisdiksi mana pun yang di dalamnya penyediaan layanan semacam ini akan memicu kewajiban perizinan bagi perusahaan.
Klausul berikutnya bekerja dari arah yang lain: yurisdiksi mana pun yang memang tidak dilayani perusahaan, sebagaimana ditandai oleh pembatasan atau pemblokiran akses lewat antarmuka.
Dua klausul itulah yang membuat “tidak disebut namanya” tidak sama artinya dengan “dipastikan dilayani”.
Penegakan lewat pernyataan berulang di tiap akses dan gerbang undangan
Bentuk penegakan yang didokumentasikan bersifat kontraktual dan berada di lapisan akses. Setiap kali seseorang mengakses atau menggunakan layanan, ia dianggap menyatakan dirinya bukan Restricted Person, dan usia minimum 18 tahun berlaku.
Di atas itu ada lapisan kedua yang berdiri sendiri: akses ke bursa masih dibuka lewat undangan di lapisan aplikasi, sebagaimana dilaporkan endpoint status bursa pada 6 Agustus 2026.
Tidak ada mekanisme penyaringan alamat wallet atau atestasi yang dijelaskan dalam dokumentasi resmi. Kami mencatatnya sebagai ketiadaan dokumentasi, bukan sebagai kesimpulan bahwa penyaringan itu benar-benar tidak ada.
Batas antara antarmuka phoenix.trade dan program di Solana
Strukturnya dua lapis. Antarmuka phoenix.trade dan layanan yang menyertainya dijalankan operator Panama tadi, dan Ketentuan Penggunaan operator itulah yang memuat rezim pembatasan wilayah serta gerbang undangan, sementara logika pencocokan dan penyelesaiannya berjalan sebagai program di Solana. Sampai di sini gambarannya masih cocok dengan anggapan umum bahwa yang diblokir secara geografis hanyalah frontend. Yang membedakan Phoenix adalah lapisan programnya pun tidak bebas dari kendali: program itu dapat diperbarui oleh satu otoritas tunggal, dan berjalan di bawah tujuh peran otoritas yang mencakup risiko, pencatatan pasar, oracle, ADL, pembatalan, dan backstop. Lapisan protokolnya, dengan kata lain, tidak berdiri lepas dari operatornya.
Belum ada tindakan otoritas mana pun, dan paparan yang lahir dari perp saham
Per 6 Agustus 2026, tidak ditemukan satu pun tindakan regulator, peringatan, proses penegakan, atau pemberian izin yang melibatkan Phoenix, Phoenix Perpetuals, Solstice Technologies, maupun Ellipsis Labs, di negara mana pun. Catatan bersih itu perlu dibaca bersama jendela waktunya: bursa perpetualnya baru hidup sejak Desember 2025, sehingga yang tercermin adalah riwayat yang pendek, bukan rekam jejak panjang tanpa cela.
Sikap yang terbaca dari sana bersifat preventif, bukan reaktif. Phoenix beroperasi lewat entitas Panama, tidak memegang lisensi, dan sejak awal mengecualikan tiga yurisdiksi tempat perpetual futures ritel paling langsung dilarang.
Paparan yang justru layak diperhatikan lahir dari bauran produknya sendiri. Phoenix mencatatkan perpetual yang mengacu pada saham tercatat — 23 pasar saham pada 6 Agustus 2026, tumbuh dari tiga nama pada pertengahan Juni 2026 — dan produk semacam itu diatur sebagai derivatif di sebagian besar pasar utama. Dokumentasi resminya menyatakan bahwa produk ini adalah perpetual futures yang diselesaikan on-chain dan tidak memberikan kepemilikan saham. Itu arah yang perlu diamati, bukan ramalan bahwa suatu otoritas akan bertindak.
Indonesia tidak masuk daftar larangan Phoenix, tetapi Phoenix juga tidak berizin OJK
Status Phoenix bagi pembaca di Indonesia per 6 Agustus 2026
Mulai dari sisi bursanya, karena itu yang paling cepat menjawab pertanyaan Anda: Indonesia tidak disebut dalam daftar Restricted Person pada Ketentuan Penggunaan Phoenix per 6 Agustus 2026. Itu keadaan yang tercatat, dan bukan sebuah izin.
Pertanyaan yang langsung menyusul adalah apakah tidak disebut berarti boleh masuk. Jawabannya tidak sesederhana itu. Gerbang yang benar-benar bekerja adalah pemeriksaan geografis di sisi server Phoenix, dan daftar negara di balik pemeriksaan itu tidak dipublikasikan. Kami tidak dapat memeriksanya dari alamat IP Indonesia, sehingga status antarmuka Phoenix untuk Indonesia tetap belum jelas. Penelusuran seluruh berkas JavaScript yang disajikan situsnya pun tidak menemukan daftar blokir negara di sisi klien — temuan yang memastikan daftar itu hanya ada di sisi server, dan sama sekali bukan bukti bahwa Indonesia terbuka.
Yang bisa Anda pakai untuk mengenali keadaan Anda sendiri adalah tampilan antarmukanya. Bila akses ditutup, Phoenix menampilkan spanduk permanen yang menyatakan layanannya tidak tersedia di wilayah pengguna, dan menonaktifkan fungsi Deposit. Artinya pengguna yang tertutup aksesnya tetap sampai ke antarmuka dalam bentuk baca-saja, bukan dialihkan ke halaman lain.
Klausul sisa yang tadi disebut juga menyentuh Indonesia, dan di sini batasnya perlu dinyatakan dengan jelas. Klausul 2.2(e) menjangkau yurisdiksi yang menerapkan kewajiban perizinan atas layanan semacam ini, dan Indonesia memang menerapkannya lewat UU 4/2023 Pasal 218 serta POJK 27/2024. Namun apakah Phoenix benar-benar menerapkan klausul itu pada Indonesia tidak pernah diungkapkan. Pembacaan ini adalah tafsir atas bahasa kontrak, bukan penetapan oleh Phoenix, dan bukan pula penetapan oleh otoritas Indonesia mana pun.
Sekarang dari sisi Anda. Aturan Indonesia memisahkan dua hal yang sering tercampur dalam pembicaraan sehari-hari: apa yang dibebankan kepada penyelenggara, dan apa yang berlaku bagi pengguna.
Wajib berizin, dengan ancaman pidana
Tidak ditemukan ketentuan yang memidana
Dengan kata lain, paparan pidana itu melekat pada operator, bukan pada Anda sebagai pengguna ritel.
Uraian ini adalah pembacaan atas sumber yang berhasil ditemukan, bukan nasihat hukum. Tidak ditemukannya sebuah larangan juga bukan bukti bahwa larangan itu tidak ada.
Rezim Indonesia untuk aset keuangan digital sendiri bergerak cepat dalam dua tahun terakhir, dan empat tonggak berikut yang membentuk keadaannya sekarang.
Whitelist itulah yang menentukan apa yang secara resmi disebut legal. OJK mengimbau publik hanya bertransaksi lewat entitas di dalam daftar tersebut, karena entitas di luarnya tidak berizin dan tidak berada dalam pengawasan OJK. Phoenix tidak ada di dalamnya, dan juga tidak ditemukan pada portal perizinan OJK per 21 April 2026. Tafsirnya perlu tepat: itu imbauan kepada publik dan aturan perizinan bagi penyelenggara, bukan larangan pidana bagi pengguna perorangan. Status tidak terdaftar itu sendiri lazim bagi protokol non-kustodial.
Bagian yang benar-benar khas bagi pasangan Phoenix dan Indonesia adalah POJK No. 23 Tahun 2025 yang disebut di atas: kategori yang dibawanya masuk ke perimeter perizinan OJK adalah persis kategori produk yang ditawarkan Phoenix. Kewajiban yang dilekatkannya menempel pada peran-peran domestik: bursa wajib lebih dahulu mengajukan permohonan persetujuan kepada OJK sebelum menyelenggarakan perdagangan derivatif; pedagang wajib memberitahukan secara tertulis kepada OJK dan bekerja di bawah perjanjian kerja sama dengan bursa yang telah disetujui; margin wajib ditempatkan di rekening yang terpisah; dan konsumen wajib lulus uji pengetahuan sebelum boleh memperdagangkan derivatif.
Dan inilah jawaban yang paling berguna bagi Anda: tidak satu pun kewajiban itu menempel pada protokol luar negeri yang tidak memiliki entitas Indonesia. Perangkat perlindungan konsumen Indonesia — margin yang terpisah, uji pengetahuan, pengawasan OJK — memang tidak berlaku ketika Anda memakai Phoenix. Pembandingnya terlihat pada leverage: 40x pada BTC serta 25x pada SOL, ETH, GOLD, dan SILVER di 62 pasar per 6 Agustus 2026, jauh di atas produk sejenis yang diawasi di dalam negeri, sementara siaran pers POJK 23/2025 sendiri tidak menyebut batas leverage dalam angka.
Sejauh mana penegakan Indonesia benar-benar menjangkau, jawabannya perlu dinyatakan sebagai yang teramati dan bukan yang diramalkan. Lampiran entitas yang dihentikan Satgas PASTI didominasi bursa terpusat luar negeri, dan memuat pula sejumlah protokol DeFi non-kustodial. Namun penelusuran teks penuh atas 228 entri tersebut tidak menemukan satu pun perp DEX, termasuk Phoenix. Jadi preseden pemblokiran protokol non-kustodial memang sudah ada, tetapi sampai daftar itu terbit belum pernah diterapkan pada perp DEX.
Dua batas pengetahuan perlu diakui di sini. Sinyal OJK pada 22 Januari 2026 tentang sekitar 300 aplikasi kripto tanpa izin yang akan diblokir bersama Komdigi berasal dari media industri dan hanya menunjukkan arah, bukan daftar penegakan yang terkonfirmasi. Dan pemblokiran di tingkat ISP terhadap phoenix.trade di Indonesia belum terverifikasi, karena pemeriksa domain Komdigi tidak dapat dijangkau pada 6 Agustus 2026.
Maka keadaan praktis yang Anda hadapi kira-kira begini. Tidak ada jalur pemulihan perlindungan konsumen OJK bila terjadi masalah. Akses dapat dihentikan sewaktu-waktu, karena Ketentuan Penggunaan memberi operator hak membatasi yurisdiksi mana pun tanpa pemberitahuan. Tidak ada otoritas Indonesia yang pernah menyebut Phoenix. Dan pertanyaan geografis ini baru benar-benar relevan setelah Anda memperoleh undangan, karena bursanya masih dibuka lewat undangan. Keputusannya kembali kepada Anda.
Program perpetual Phoenix belum diaudit dan masih bisa diperbarui oleh satu kunci tunggal
Cakupan audit yang berhenti di program spot lawas dan sumber perpetual yang tidak dipublikasikan
Audit yang berhasil ditemukan untuk Phoenix dikerjakan OtterSec, dan cakupannya adalah program spot lawas dari 2023 — bukan program perpetual yang Anda pakai saat membuka posisi. Tidak ditemukan audit yang diterbitkan atas program perpetual itu sendiri: indeks dokumentasi yang berisi 116 halaman tidak memuat halaman keamanan atau audit, organisasi GitHub publik Ellipsis Labs tidak memuat direktori audit untuk perps, dan agregator data mencatat jumlah auditnya nol.
Fakta kedua memperberat yang pertama. Kode sumber program perpetual yang terpasang di rantai tidak dipublikasikan, sehingga kode yang benar-benar berjalan tidak dapat ditinjau secara independen maupun diverifikasi terhadap hasil build. Yang dipublikasikan dengan lisensi MIT adalah program spot lawas tadi.
Ini pernyataan tentang celah, bukan tuduhan. Ketiadaan audit bukan bukti adanya cacat, tetapi juga bukan sesuatu yang bisa Anda anggap sudah beres.
Otoritas pembaruan program yang berada pada satu alamat penanda tangan
Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dapat mengubah program yang menyimpan dana Anda. Program perpetual Phoenix dipasang di bawah BPF upgradeable loader dan tetap dapat diperbarui, dan otoritas pembaruannya adalah alamat yang sama dengan rootAuthority protokol.
Bentuk otoritas itu penting. Alamat tersebut dimiliki System Program dan tidak menyimpan data akun, dengan kata lain sebuah alamat penanda tangan biasa dan bukan PDA multisig milik program, sehingga tidak ada program multisig di rantai yang menengahi pembaruan. Tidak diungkapkan apakah ada skema pengelolaan kunci di luar rantai.
Tidak ada timelock, jeda pembaruan, maupun proses pemungutan suara tata kelola yang didokumentasikan per 6 Agustus 2026. Praktisnya bagi Anda: sebuah pembaruan dapat berlaku tanpa jeda yang bisa diamati lebih dulu.
Jalur likuidasi, akun backstop, dan ADL yang membagi sisa kerugian
Tidak ada dana asuransi yang didokumentasikan, baik di dalam dokumentasi resmi maupun di konfigurasi bursanya. Perlu dikatakan dengan jujur di sini: ketiadaan dokumentasi bukan bukti bahwa tidak ada modal penyangga sama sekali, sehingga statusnya kami catat sebagai tidak diketahui.
Yang benar-benar didokumentasikan adalah jalur penyerapan kerugiannya, dan jalur itu berjenjang.
- Pembatalan order limit
- Pada ambang 75%, order limit yang menambah risiko dibatalkan lebih dulu sebelum tindakan lain diambil.
- Likuidasi pasar
- Posisi dilikuidasi memakai likuiditas yang tersedia di order book, sebagian atau seluruhnya.
- Pemindahan ke backstop
- Ketika likuiditas order book tidak cukup menuntaskan likuidasi, posisi dipindahkan ke akun backstop pada ambang 20% dari margin awal.
- Auto-deleveraging (ADL)
- Sebagai upaya terakhir, posisi yang merugi dipasangkan dengan trader yang sedang untung dan berprioritas tertinggi di sisi berlawanan.
Akibat praktisnya perlu dinyatakan lugas: sisa kerugian yang tidak tertutup ditanggung bersama oleh lawan transaksi yang sedang untung. Trader yang terkena ADL bisa merealisasikan laba lebih kecil dari yang ia perkirakan, bukan karena posisinya keliru, melainkan karena posisinya dipakai menutup kerugian pihak lain.
Ambang lain yang berlaku seragam di seluruh 62 pasar per 6 Agustus 2026 adalah margin pemeliharaan sebesar 50% dari margin awal. Tidak ada penalti maupun biaya likuidasi eksplisit yang didokumentasikan.
Penyedia oracle yang tidak disebutkan dan harga internal saat pasar acuan tutup
Phoenix tidak menyebutkan penyedia oracle-nya satu per satu. Dokumentasi resminya hanya menyatakan memakai sejumlah penyedia data independen, tanpa satu nama pun. Akibatnya risiko oracle hanya dapat diuraikan sampai batas itu — Anda tidak punya dasar untuk menilai rekam jejak penyedia yang tidak disebutkan.
Hal ini lebih penting di Phoenix dibanding di kebanyakan bursa lain, karena 27 dari 62 pasarnya adalah perp saham dan komoditas yang pasar acuannya tutup pada jam-jam tertentu. Ketika pasar acuan itu tutup, penetapan harga beralih ke mekanisme internal berbasis order book milik Phoenix sendiri.
Dokumentasi risiko resminya juga memperingatkan bahwa umpan harga oracle dapat mengalami keterlambatan, jeda, atau kegagalan, dan bahwa gangguan oracle dapat memicu likuidasi yang tidak diperkirakan.
Riwayat operasi yang pendek, laju penarikan, dan syarat akses yang bisa berubah
Catatan insidennya kosong: tidak ditemukan eksploitasi, kegagalan oracle, gangguan layanan, atau depeg yang menimpa Phoenix dalam penelusuran per 6 Agustus 2026. Kekosongan itu perlu dibaca dengan benar, sebab bursa perpetualnya baru hidup sejak Desember 2025, sehingga yang tercermin adalah riwayat operasi yang pendek dan bukan rekam jejak bersih yang panjang.
Penarikan dana dibatasi lajunya, bukan dikenai biaya. Anggaran penarikannya maksimum 2.000.000 Phoenix USDC yang terisi kembali sebesar 450 USDC per slot. Tidak ada biaya setoran atau penarikan di tingkat protokol yang didokumentasikan.
Dari sisi biaya, satu risiko yang sudah disebut di atas layak diingat kembali di sini: lewat antarmuka pihak ketiga, biaya perdagangan Anda dapat melampaui skema dasar tanpa batas atas yang dipublikasikan.
◆ ◇ ◆
Kode ini aktif dan Indonesia tidak ada dalam daftar yang dikecualikan, tetapi audit dan gerbang undangan masih menjadi ganjalan
Kodenya aktif. Tim editorial chainhelm menghubungkan wallet baru pada 8 Agustus 2026 dan kode itu menempel; yang diubahnya adalah biaya Anda, berupa diskon biaya trading sebesar 10% yang terus berlanjut, bukan sekali pakai. Dan kode itu hanya menempel pada wallet baru yang masuk lewat tautan referral, tidak pernah sesudahnya.
Untuk pembaca di Indonesia, jawabannya berlapis. Indonesia tidak disebut dalam daftar larangan Phoenix, dan tidak ditemukan aturan Indonesia yang menghukum pengguna ritel karena memakainya. Tetapi Phoenix berada di luar Whitelist OJK, sehingga jalur perlindungan konsumen domestik tidak berlaku bagi Anda.
Tiga catatan bisa mengubah keputusan itu. Program perpetualnya belum diaudit dan kode sumbernya tidak dipublikasikan, sehingga bagian terpenting dari bursa ini justru bagian yang paling sulit diperiksa dari luar. Aksesnya masih dibuka lewat undangan dan aplikasinya masih berstatus beta, sehingga waktu masuk pun belum tentu tersedia ketika Anda menginginkannya. Dan skalanya masih kecil, di peringkat 33 dengan pangsa 0,25 persen, dengan angka-angka yang berada di dalam jendela insentif sampai 23 Agustus 2026.
Keputusannya milik Anda. Menunda sampai audit program perpetual terbit, atau menyimpulkan bahwa bursa sekecil ini belum sepadan dengan diskon biayanya, adalah kesimpulan yang sama sahnya dengan mendaftar hari ini.